Web Analytics Made Easy - Statcounter

Doa Sholat Dhuha – Tata Cara, dan Keutamaannya

Doa Sholat Dhuha -Sholat memiliki peran sentral dalam agama Islam, menjadi kewajiban utama yang akan dihisab pertama kali di Padang Mahsyar. Kualitas pelaksanaan ibadah sholat selama di dunia menentukan keamanan nasib di akhirat serta potensi menjadi penghuni surga.

Sebaliknya, bagi mereka yang acak-acakan atau bahkan tidak melaksanakan sholat, penyesalan akan menjadi kenyataan di hari pembalasan, dengan risiko terkena siksa neraka.

Dalam ajaran Islam, sholat lima waktu menempati posisi penting dan merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan dalam berbagai keadaan, termasuk saat sakit parah. Meskipun tidak dapat berdiri, pelaksanaan sholat lima waktu tetap diwajibkan, bisa dilakukan dengan duduk atau berbaring.

Selain menjalankan sholat lima waktu, umat Muslim juga disarankan untuk melaksanakan berbagai ibadah sunnah, termasuk sholat sunnah. Ibadah ini bersifat opsional, tidak diwajibkan seperti sholat lima waktu, namun memberikan pahala besar dan keutamaan istimewa.

Ada beragam jenis sholat sunnah, seperti sholat tahajud, sholat hajat, sholat istikharah, sholat witir, sholat tarawih di bulan Ramadan, sholat dhuha, dan ibadah sholat sunnah lainnya. Fokus kali ini adalah pada sholat dhuha.

Sholat dhuha merupakan ibadah sunnah yang dilakukan pada waktu dhuha atau pagi hari saat matahari naik, berakhir menjelang sholat dzuhur. Bagi yang ingin melaksanakan sholat dhuha, waktu yang tepat adalah antara pukul 7 pagi hingga menjelang siang. Agar ibadah lebih khusyuk, sebelum memulai, penting untuk mengetahui bacaan doa sholat dhuha, niat, tata cara pelaksanaan, serta keutamaannya, yang dijelaskan di bawah ini!

Niat Sholat Dhuha, Arab dan Latin

Sebagaimana sholat wajib, pelaksanaan ibadah sholat dhuha dimulai dengan membaca niat. Meski niat sholat dhuha sedikit berbeda dengan sholat wajib, perbedaannya tidak signifikan, dan bacaan niatnya tidak memakan waktu lama, memudahkan untuk dihafal. Bagi Kamu yang ingin memulai ibadah sholat dhuha, berikut adalah bacaan niat yang perlu diucapkan:

أصلي سنة الضحى ركعتين لله تعالى الله أكبر

Ushallii sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.

Artinya:

“Aku niat mengerjakan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Mahabesar.”

Sangat singkat dan mudah diingat, bukan? Pastikan untuk menghafalkan niat sholat dhuha ini dengan cepat, dijamin!

Tata Cara Sholat Dhuha

Secara prinsip, sholat dhuha hampir mirip dengan sholat lima waktu harian, baik dari segi gerakan maupun bacaannya. Selain niat sholat, perbedaan utama sholat dhuha terletak pada jumlah raka’at yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Berbeda dengan sholat lima waktu yang memiliki jumlah raka’at tetap, sholat dhuha memberikan keleluasaan untuk menentukan jumlah raka’atnya.

Untuk sholat dhuha, minimal dilaksanakan 2 raka’at, tetapi jika memungkinkan, dapat diperbanyak hingga 12 raka’at dengan ketentuan menunaikan salam setiap selesai 2 raka’at.

Dalam sholat dhuha, bacaan surat pendek bersifat fleksibel. Setiap raka’at wajib dimulai dengan surat Iftitah dan surat Al-Fatihah. Setelah membaca surat Al-Fatihah, Kamu dapat memilih surat apa pun yang dihafalkan. Meskipun demikian, disarankan untuk membaca surat Ad-Dhuha pada raka’at pertama dan surat Asy-Syams pada raka’at kedua untuk mendapatkan lebih banyak keberkahan.

Bacaan Doa Sholat Dhuha

Setelah melaksanakan salam, bukan berarti rangkaian ibadah sholat dhuha selesai. Agar ibadah sholat dhuha menjadi lebih sempurna, setelah menyelesaikan sholat dhuha, kita diwajibkan untuk membaca doa sholat dhuha dengan lafal sebagai berikut:

Warta Menarik:   Inilah Manfaat Daun Kumis Kucing Untuk Kesehatan

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quw watuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmatta ‘ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu’assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba’iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shalihiin.

Artinya:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Dzikir setelah sholat Dhuha

Seiring dengan kebiasaan dzikir setelah sholat lima waktu, setelah membaca doa sholat dhuha, disarankan untuk tidak langsung bangun dan pergi. Memberikan waktu sejenak untuk berdzikir dapat memberikan ketenangan batin dan kekuatan spiritual saat beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Adapun rangkaian dzikir setelah sholat dhuha melibatkan beberapa amalan yang dapat menambah keberkahan, di antaranya:

1. Membaca Ayat Kursi

Mulailah dengan membaca ayat kursi sekali. Ayat kursi dianggap sebagai surat agung yang menjadi penghulu Al-Qur’an. Membaca ayat kursi memiliki keutamaan membuka pintu hikmah, menjadi penolong dalam kesulitan, dan mendapatkan kemudahan saat sakaratul maut.

2. Membaca Surat Al-Ikhlas

Bacalah surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali. Surat ini memiliki keutamaan mendapatkan pahala setara dengan membaca Al-Qur’an 30 juz, mendapatkan cinta Allah Subhanahu wa ta’ala, dan membangun istana bagi pembacanya yang membacanya sepuluh kali.

3. Tasbih Subhanallah

Bacalah kalimat tasbih Subhanallah (Maha Suci Allah) seratus kali. Setiap kali membaca kalimat ini, Allah Subhanahu wa ta’ala menghapus 20 dosa dan memberikan 20 pahala. Bayangkan keberkahan yang diperoleh jika membacanya sebanyak 100 kali.

4. Surat Al-Falaq

Baca surat Al-Falaq tiga kali. Surat ini memberikan perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta’ala dan membebaskan pembacanya dari sihir. Bahkan, membacanya sebelum tidur dapat melindungi dari berbagai bahaya.

5. Surat An-Naas

Bacalah surat An-Naas tiga kali untuk mendapatkan perlindungan dari sihir jahat dan godaan buruk, baik dari manusia, jin, maupun setan.

6. Istighfar

Beristighfar atau membaca kalimat Astagh-firullah wa atuubu ilaih sebanyak seratus kali. Istighfar dikenal sebagai kalimat penghapus dosa dan pembuka lapangan rezeki.

7. Subhanallah wa bi-hamdih

Jangan lupakan dzikir terakhir, yakni membaca kalimat Subhanallah wa bi-hamdih seratus kali. Allah Subhanahu wa ta’ala sangat mencintai kalimat ini, dan setiap membacanya sekali akan dicatat sebagai sepuluh kebaikan. Bayangkan kebaikan yang dapat diperoleh dengan membacanya sebanyak seratus kali: seribu kebaikan yang Allah Subhanahu wa ta’ala limpahkan di hari itu.

Manfaat dan Keutamaan Sholat Dhuha

Meskipun bukan merupakan kewajiban, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam memberikan anjuran penting kepada umat Islam untuk melaksanakan sholat dhuha. Terdapat beberapa alasan utama di balik anjuran ini, dan pertama-tama adalah potensi pahala besar yang akan diterima oleh pelaksana sholat dhuha. Selain itu, sholat dhuha juga dipenuhi dengan berbagai keutamaan yang patut untuk kita ketahui. Apa saja keutamaan tersebut?

1. Sebagai pengganti sedekah untuk seluruh tubuh

Setiap hari, tubuh manusia yang memiliki 360 persendian diharapkan untuk memberikan sedekah. Sedekah ini dapat diberikan dengan mengucapkan kalimat tasbih, tetapi jika ingin cara yang lebih mudah dan praktis, melaksanakan sholat dhuha merupakan solusi terbaik.

Warta Menarik:   Baju Biru Tudung Warna Apa?

Tidak perlu khawatir, pelaksanaan sholat dhuha tidak memerlukan puluhan raka’at. Cukup dengan melaksanakan 2 raka’at, kamu dapat memberikan sedekah untuk seluruh persendianmu. Keuntungannya, kamu akan mendapatkan pahala besar karena telah melaksanakan sholat sunnah!

Sebagaimana disampaikan oleh Abu Dzar radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى  (رواه مسلم، رقم 1181) .

“Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma’ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)

2. Allah akan mengampuni dosa-dosa

Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagai Maha Pengampun, memberikan kesempatan kepada kita untuk memohon ampunan-Nya melalui tindakan taubat dan pelaksanaan sholat dhuha. Berita baiknya, dengan ketaatan ini, Allah Subhanahu wa ta’ala tidak hanya akan mengampuni satu atau dua dosa, melainkan seluruh dosa yang pernah kita lakukan.

Bahkan, sebanyak apa pun dosa-dosa kita, seakan buih di lautan, Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengabaikannya dan memberikan ampunan-Nya. Namun, penting untuk diingat bahwa untuk mencapai ampunan ini, pelaksanaan sholat dhuha harus dilakukan dengan khusyuk, bacaan yang benar, niat tulus untuk bertaubat, dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

3. Mendatangkan Rezeki dengan Sholat Dhuha

Semua orang, termasuk kita, tentu menginginkan rezeki yang berlimpah. Keberlimpahan rezeki tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memungkinkan kita untuk memberikan bantuan kepada sesama yang membutuhkan. Banyak yang bersedia bekerja keras dari pagi hingga malam demi mendapatkan rezeki berlimpah.

Namun, bekerja keras saja ternyata tidak cukup. Semua usaha ini perlu didukung oleh doa. Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa amalan yang dapat kita lakukan untuk mengundang rezeki berlimpah, dan salah satunya adalah sholat Dhuha.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyampaikan petunjuk berharga terkait sholat Dhuha. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad Al Ghothofaniy, Rasulullah bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad)

Dengan melaksanakan sholat Dhuha sebanyak 4 raka’at, kita dapat meraih keutamaan ini. Kejelasan dalam hadis tersebut menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala menginginkan agar kita tidak meninggalkan sholat Dhuha, meskipun tidak diwajibkan. Melalui pelaksanaan ibadah ini, dijanjikan bahwa kebutuhan kita akan tercukupi.

4. Dibuatkan istana di surga

Jika ditanya mengenai tempat terbaik untuk tinggal, tak ada tempat yang lebih indah daripada surga. Surga merupakan destinasi paling sempurna, di mana segala kesulitan dunia tidak akan pernah menghampiri. Di sana, kebahagiaan, kemudahan, dan kenyamanan akan menjadi bagian abadi.

Melalui pelaksanaan sholat dhuha, pintu masuk surga menjadi terbuka lebar bagimu. Keistimewaan tak terhingga lainnya adalah janji Allah Subhanahu wa ta’ala untuk membangun istana megah di surga sebagai tempat tinggalmu.

Namun, keutamaan ini hanya akan diraih dengan konsistensi melaksanakan sholat dhuha sebanyak 12 raka’at. Siapa yang tidak ingin masuk surga dan memiliki istana pribadi di sana? Dalam sebuah hadis, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menyatakan,

Warta Menarik:   Manfaat Melakukan Latihan Kekuatan Tubuh

“Barang siapa sholat dhuha 12 raka’at, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR. Tirmidzi)

5. Masuk dalam golongan awwabin

Tidak dapat disangkal bahwa iman kita sebagai manusia tidak sehebat iman para sahabat, apalagi jika dibandingkan dengan keimanan para nabi dan rasul. Terkadang, iman kita mengalami pasang-surut, bahkan mencapai titik terendah. Saat iman sedang berkobar, ibadah kita berjalan lancar, baik yang sunnah maupun yang wajib.

Namun, ketika iman merosot, kita cenderung lalai dalam memenuhi perintah Allah Subhanahu wa ta’ala, bahkan bisa sengaja mengabaikannya. Untuk mengatasi hal ini, pelaksanaan sholat dhuha dapat menjadi solusi. Dalam sebuah hadis dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menyampaikan,

“Tidaklah menjaga sholat Dhuha melainkan awwab, inilah sholat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Awwabin memiliki makna sebagai orang yang taat atau kembali kepada ketaatan. Hadis ini menyiratkan bahwa sholat dhuha adalah sarana untuk kembali taat dalam melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala. Dengan rajin melaksanakan sholat dhuha, kita dapat menjadi bagian dari golongan Awwabin atau mereka yang kembali taat kepada Allah.

6. Mendapatkan pahala haji dan umrah

Tidak semua muslim berkesempatan untuk mengunjungi Makkah dan Madinah guna menjalankan ibadah haji atau umrah. Jika kamu termasuk yang belum mendapatkan kesempatan itu, janganlah bersedih.

Sebab, bagi mereka yang melaksanakan sholat shubuh dan menunggu di masjid hingga matahari naik, kemudian melanjutkan dengan sholat dhuha sebanyak dua raka’at, mereka akan mendapatkan pahala setara dengan haji dan umrah yang sempurna.

Meskipun belum mendapat panggilan untuk mengunjungi Baitullah Ka’bah atau Masjid Nabawi, setidaknya kita dapat memperoleh pahala sebesar orang yang melaksanakan haji dan umrah dengan sempurna.

7. Menjadi orang yang beruntung

Salah satu keutamaan sholat dhuha yang luar biasa adalah kemampuannya, dengan seizin Allah Subhanahu wa ta’ala, memberikan keberuntungan lebih cepat daripada orang lain. Keistimewaan ini tercatat dalam peristiwa saat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam memimpin para sahabat dalam perang. Beliau meminta para Mujahidin untuk meraih harta rampasan perang atau ghanimah secara besar-besaran dan kembali dengan cepat ke Madinah.

Para Mujahidin mengikuti petunjuk Rasulullah dengan melaksanakan sholat Dhuha setelah mengambil wudhu dan masuk ke masjid. Akibatnya, mereka berhasil mendapatkan ghanimah dalam jumlah yang banyak dan kembali dengan keuntungan yang mengagumkan. Melihat kesuksesan ini, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bertanya kepada mereka,

“Maukah kalian aku tunjukkan mana tujuan paling dekat dan paling banyak ghanimah, dan cepat kembali?”

Dengan penuh antusiasme, mereka menjawab, “Ya!”

Lalu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam memberikan petunjuk, “Barangsiapa yang mengambil wudhu, lalu masuk ke masjid, dan melaksanakan sholat Dhuha, maka dialah yang paling dekat tujuannya, mendapat paling banyak ghanimah, dan paling cepat kembalinya.” (HR. Tirmidzi)

Penutup

Sholat dhuha, meskipun merupakan ibadah sunnah, memiliki keutamaan yang begitu istimewa sehingga disayangkan jika dilewatkan begitu saja. Keistimewaan ini semakin bertambah karena jumlah raka’atnya yang tidak terlalu banyak, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk melaksanakannya.

Dengan waktu dhuha yang dimulai sekitar pukul 7 pagi, masih memungkinkan untuk melaksanakan sholat dhuha dengan dua raka’at sebelum memulai aktivitas harian. Hal ini menjadi kesempatan emas untuk meraih manfaat dari ibadah sholat dhuha tanpa harus menghabiskan waktu yang banyak.

Profil Penulis

Wawan Kurniawan
Wawan KurniawanMenulis dan Menulis Semoga Bermanfaat!
Hobi menulis dan membuat blog dengan berbagai macam niche, mulai dari tekno sampai tips sehari-hari yang dapat memberikan manfaat untuk pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//CLOCK