Tata Cara Mandi Wajib Untuk Laki-laki dan Wanita Dalam Islam

Wartalova.com – Tahukah kamu apa itu mandai wajib? Bagaimana Tata Cara mandi Wajib yang benar? Mandi wajib merupakan mandi yang diwajibkan untuk mensucikan diri dari hadas besar.

Sesuai dengan namanya, Mandi wajib harus dilakukan oleh Laki-laki dan Wanita muslim setelah mengalami beberapa hal, seperti Habis Haid Bagi Wanita, mengeluarkan air mani, dan setelah nifas bagi wanita.

Yang paling umum adalah pasangan suami istri wajib untuk melakukan mandi wajib setelah berhubungan intim.

Jika kamu masih dalam kondisi hadas besar, karena habis melakukan hal-hal seperti yang disebutkan diatas, maka akan membuat ibadah yang kamu jalankan jadi tidak sah. Maka dari itu, segera mandi wajib setelah mengetahui kamu sedang berhadas besar.

Mandi wajib juga sering disebut dengan mandi besar, dan mandi setelah berhubungan intim sering disebut dengan sebutan mandi junub.

Niat Mandi Wajib

Segala sesuatu dalam islam harus di landasi dengan niat yang benar. Seperti halnya denan mandi wajib, maka harus diniati dengan benar pula.

Maka dari, sebelum mandi wajib maka kamu harus melafazkan niat terlebih dulu. Niat mandi wajib bisa diucapkan dengan suara atau didalam hati.

Berikut ini adalah niat mandi wajib dalam basa arab, latin dan artinya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

Niat Mandi Wajib setelah Melakukan Hubungan Intim

Seperti yang kami sampaikan diatas, bahwa mandi setelah berhubungan intim disebut juga dengan mandi junub. Dalam beberapa hadist, disebutkan bawah niat dari mandi wajib setelah berhubungan badan berbeda dengan niat mandi wajib lainnya.

Berikut ini bacaan niat mandi junub dalam bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya:

نَوَيْتُالْغُسْلَلِرَفْعِاْلحَدَثِاْلأَكْبَرِمِنَاْلِجنَابَةِفَرْضًالِلهِتَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhal lillahi ta’ala

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah Ta’ala,”.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Bagi wanita yang sudah selesai Haid, maka hukumnya wajib untuk melaksakan mandi besar, adapun niat mandi wajib adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُالْغُسْلَلِرَفْعِاْلحَدَثِاْلأَكْبَرِمِنَاْ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidil fardhal lillahi ta’ala

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah Ta’ala.” setelah haid adalah sebagai berikut:

Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

Buat wanita yang habis Nifas juga harus Mandi Wajib, untuk mensucikan diri dari hadast. Adapun niat mandi wajib Nifas dalam bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُالْغُسْلَلِرَفْعِاْلحَدَثِاْلأَكْبَرِمِنَاْ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal nifaasi fardhal lillahi ta’ala

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Ajaran Islam

Dalam melaksanakan Mandi Wajib ada tata cara pelaksanaannya yang sesuai dengan ajaran Islam.

Adapun tata cara mandi Wajib baik mandi Junub, Mandi Habis Haid, ataupun Mandi Wajib Setelah Nifas sesuai dengan tuntunan Rasulullah adalah sebagai berikut:

    1. Pertama silahkan basuh dan bersihkan tangan sebanyak tiga kali.
    2. Kedua, bersihkan kotoran atau najis yang menempel di badan (Dubur, kemaluan, tangan dan yang tekena najis).
    3. Ketiga silahkan berwudhu sebagaimana akan melaksanakan sholat, dan baca doa Wudhu.
    4. Keempaat, mulailah mandi wajib dengan mengguyur kepala sampai tiga kali sampai sekujur tubuh basah dengan air. Bersama dengan mengguyur kepala, lafadkan niat mandi sesuai dengan mandi wajib yang kamu lakukan.

Ayat-Ayat Mandi Wajib?

Perintah untuk mandi wajib tertera dalam QS. Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى

الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ

فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ

يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Hai, orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Ketentuan mandi wajib juga tercantum dalam QS. An-Nisa ayat 43 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Artinya: “Hai, orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Demikianlah tata cara mandi wajib laki-laki dan Wanita yang sesuai dengan tuntunan Islam. Lengkap dengan bacaan niat dalam bahasa arab, latin dan terjemahannya. Semoga sekiti ilmu yang wartalova,com bagikan bisa memberikan manfaat bagi kita semua!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *